Inilah Tips Bersepeda Sehat untuk Penderita Diabetes dan Hipertensi
Seiring
umur dan kebiasaan hidup yang tidak sesuai standar hidup sehat, penyakit degeneratif
datang mendera di usia senja. Ungkapan life begin at 40 (kehidupan sebenarnya
dimulai di umur 40 tahun) yang diharapkan berada dalam kondisi prima menjadi
berkurang kualitasnya karena "degenerative disease also begin at 40",
penyakit degeneratif seperti diabetes tipe 2 dan hipertensi pun datang. Artikel
ini membatasi paparan hanya untuk teman-teman yang sudah terlanjur menderita
kedua penyakit itu. Diabetes Mellitus dan hipertensi dapat muncul bersamaan
pada satu penderita atau sendiri-sendiri.
![]() |
| image by https://onlinedoctor.lloydspharmacy.com |
A. Diabetes Mellitus
tipe 2
Secara
singkat datangnya diabetes mellitus (DM) ditandai dengan cirri-ciri:
1.
Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
2.
Sering merasa haus.
3.
Rasa lapar yang bertambah.
Selain
itu, gejala-gejala diabetes ini juga bisa menyertai gejala klasik, antara lain:
1.
Turunnya berat badan.
2.
Luka yang lambat sembuh atau sering mengalami infeksi.
3.
Gatal-gatal.
4.
Pandangan yang kabur.
5.
Sering kelelahan.
Gejala-gejala
ini timbul setelah gula darah meningkat di dalam darah selama beberapa waktu
tertentu. Awalnya, gejala diabetes tipe 2 cenderung ringan. Oleh sebab itu,
banyak penderitanya yang sering tidak menyadari bila mereka sudah mengidap
penyakit ini.
Jika
ada gejala demikian (umumnya 3 gejala utama bersamaan) segera hubungi dokter
untuk memastikan diagnosis dan terapi yang tepat.
B. Hipertensi
Hipertensi
atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada
dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai
“pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki gejala yang jelas. Satu-satunya
cara mengetahui apakah Anda memiliki hipertensi adalah dengan mengukur tekanan
darah. Dalam kondisi istirahat pengukuran konstan terhadap tekanan darah yang
menunjukkan angka di atas 140/90mmHg dapat didiagnosis sebagai hipertensi
Ada
beberapa faktor penyebab yang diduga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami
kondisi ini, yaitu:
- Usia. Risiko hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia.
- Faktor keturunan. Orang dengan anggota keluarga yang mengidap hipertensi memiliki risiko tinggi untuk mengalami kondisi yang sama.
- Merokok. Rokok dapat meningkatkan tekanan darah sekaligus menyempitkan dinding arteri.
- Kelebihan berat badan atau obesitas. Kadar oksigen dan nutrisi yang dialirkan darah akan diukur oleh tubuh sesuai dengan berat badan. Berat badan yang berlebihan akan membutuhkan oksigen dan nutrisi yang lebih banyak, sehingga volume darah dibutuhkan lebih banyak. Volume darah yang meningkat akan meningkatkan tekanan darah.
- Kurang olahraga. Orang yang jarang berolahraga cenderung memiliki detak jantung yang lebih cepat, sehingga jantung akan bekerja lebih keras. Kerja jantung lebih keras akan meningkatkan tekanan darah.
- Kadar garam yang tinggi dalam makanan. Kadar garam yang tinggi bisa menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, yang kemudian akan meningkatkan tekanan darah.
- Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras. Kandungan alkohol dalam minuman keras dapat memicu kerusakan pada organ jantung.
- Stres. Tingkat stres yang tinggi berpotensi memicu peningkatan tekanan darah.
Bersepeda
adalah salah satu olahraga yang sangat dianjurkan untuk kedua penderita
penyakit degeneratif ini. Pasien umumnya menderita penyakit ini menjelang usia
lanjut, sehingga banyak fungsi organ seperti sendi dan otot mengalami penurunan
fungsi akibat tidak terlatih. Tujuan olahraga di sini adalah untuk menjaga
kebugaran, memelihara bahkan meningkatkan kemampuan otot, sehingga disarankan
untuk bersepeda santai.
Pada
penderita Diabetes Melitus, bersepeda santai memiliki fungsi :
1.
membantu penurunan berat badan
2.
meningkatkan serapan gula darah ke dalam otot sehingga membantu fungsi insulin.
3.
Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL)
4.
Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL)
5.
Mengurangi stress
6.
Menguatkan tulang dan otot
Olahraga
bersepeda santai juga dianjurkan untuk penderita hipertensi. Umumnya penderita
mengalami kerja jantung yang melebihi kapasitasnya meski pada kondisi normal.
Olahraga sendiri dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga
disarankan untuk tidak melakukan olahraga kompetisi.
Bersepeda
santai bermanfaat untuk :
1.
Memperkuat jantung dan sistem
kardiovaskular.
2.
Meningkatkan sirkulasi darah dan membantu tubuh menggunakan oksigen secara
lebih baik
3.
Mengurang resiko gagal jantung
4.
Meningkatkan kemampuan jantung, sehingga Anda dapat melakukan lebih banyak
kegiatan tanpa cepat lelah atau sesak napas
5.
Meningkatkan daya tahan tubuh
6.
Meningkatkan kekuatan otot , keseimbangan dan fleksibilitas sendi, Memperkuat
tulang
7.
Membantu mengurangi lemak tubuh untuk mencapai berat badan ideal
8.
Membantu mengurangi stres, ketegangan, kecemasan dan depresi Meningkatkan
kualitas tidur Membuat Anda merasa lebih santai dan tenang Membuat Anda
terlihat fit dan merasa sehat
Bersepeda
yang disarankan bagi pasien
degeneratif adalah 3-5kali seminggu dengan
durasi latihan minimal 45 menit. Untuk yang baru memulai bersepeda disarankan
untuk memilih rute yang relatif datar dengan jarak kurang rari 5 kilometer
dengan kecepatan rata-rata 10-14km/jam.
Lakukan
secara rutin tuntuk mendapatkan manfaat maksimal. Hindari kompetisi selama di
jalan. Bagaimanapum kesehatan jantung anda adalah yang utama.
Setelah
beberapa lama latihan, variasi rute dan peningkatan jarak dapat
dipertimbangkan. Intinya jangan memaksakan diri. Lakukan dengan senang hati ,
semoga bisa membantu.
(Pustaka:
alodokter.com; manfaat-kesehatan.com)
dr.
Senoaji Wijanarko https:/www.facebook.com/dr.senoajiwijanarko

